Karimunjawa: Misteri Kerajaan Terumbu Karang di Utara Jawa

Branching Coral  and Cardinal Fish

Branching Coral and Cardinal Fish (Karimunjawa, 23 Desember 2012)

Indonesia, mulai dari Sabang di sebelah Barat hingga Bird’s Head Seascape di sebelah Timur, merupakan surga bagi berjuta keanekaragaman hayati laut. Hal ini menjadikannya sebagai destinasi selam yang paling kaya dan paling beragam ketimbang negara lainnya. Di hampir seluruh pulau besar di Indonesia kita bisa menemukan berbagai lokasi penyelaman dengan pesona alam bawah laut yang khas dan berbeda satu sama lain. Tidak terkecuali Pulau Jawa, pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia.

Sebut saja Krakatau, Pulau Seribu dan Karimunjawa, tiga lokasi penyelaman favorit yang relatif murah dan mudah dijangkau dari berbagai kota di Pulau Jawa. Petualangan bawah laut yang ditawarkan oleh ketiga spot tersebut juga tidak kalah seru dibanding dengan lokasi penyelaman yang harus dijangkau dengan modal jutaan rupiah dari Jakarta. Krakatau, dengan gunung api yang menjulang dari bawah laut tentu akan memberikan sensasi yang luar biasa bagi para penggila tantangan. Pulau Seribu, dengan kemudahan akses dan tingginya arus pariwisata yang dialaminya, ia masih terus memberikan kejutan-kejutan di setiap kali penyelaman, apalagi pada penyelaman malam. Dan Karimunjawa, daerah perlindungan dengan kerajaan bawah lautnya yang misterius.

Rabbitfish Schooling (Karimunjawa, 23 Desember 2012)

Saya menyebutnya “The Kingdom of Coral Reefs”, kerajaan terumbu karang. Kenapa misteri? Karena saya benar-benar tidak menyangka, bahwa terlepas dari tekanan populasi yang dialami oleh Pulau Jawa, di jarak 45 mil sebelah utaranya masih terdapat sebuah kawasan dengan ekosistem terumbu karang begitu sehat dan padat. Perasaan haru menyeruak dari dalam diri saya ketika pertama kali menceburkan diri ke perairan di sekitar daerah konservasi Taman Nasional Karimun Jawa ini.  Keanekaragaman hayati dan keindahan alam bawah lautnya bukan hanya memanjakan mata, namun juga memberi kedamaian bagi jiwa-jiwa yang lelah pada hingar-bingar kehidupan kota.

Acropora Branching (Karimun Jawa, 23 Desember 2012)

Acropora Branching (Karimunjawa, 23 Desember 2012)

Acropora Tabulate (Karimunjawa, 23 Desember 2013)

Complete team: branching, tabulate, fire coral, blue coral, massive coral (Karimunjawa, 7 April 2012)

Selain karang, Karimunjawa juga sering memberikan jackpot spesial bagi para penyelam. Kita bisa bertemu dengan para penghuni kerajaannya, mulai dari makhluk-makhluk kecil lucu, yang cantik namun mengancam, hingga yang membuat kita bernafsu untuk merebusnya 😛

Anemon, Nemo dan teman-temannya (Karimunjawa, 15 Desember 2012)

Nudibranch 1 (Karimunjawa, 23 Desember 2012)

Nudibranch 2 (Karimunjawa, 23 Desember 2012)

Nudibranch 3 (Karimunjawa, 23 Desember 2012)

Squidward The Octopus (Karimunjawa, 23 Desember 2012)

Blue-spotted Stingray (Karimunjawa, 7 April 2012)

Nah…ini dia yang paling yummy: Rajungan! (Karimunjawa, 23 Desember 2012)

Bagi yang menginginkan petualangan yang lebih menantang, saya sarankan untuk mencoba menyelam di lokasi yang satu ini. Berada di sekitar Desa Kemujan, Indonoor Wreck – sebuah bangkai kapal pengangkut batubara yang karam di kedalaman 15-18 meter semakin menambah daftar panjang misteri bawah laut Karimunjawa.

Selain indonoor wreck, masih ada 2 wreck lagi yang belum tereksplorasi di Karimunjawa. Konon katanya, belum ada yang berani untuk mendekati 2 wreck ini setelah kejadian hilangnya penyelam di sekitar wreck tersebut. Penyebabnya belum diketahui sampai sekarang. So, mungkin indonoor wreck ini saja yang bisa saya rekomendasi untuk wreck dive di Karimunjawa.

Selamat mengeksplorasi! 😉

Note:

Semua foto di atas adalah hasil jepretan Abang Efin Muttaqin @eponky

Untuk mengurangi rasa bersalah atas ‘promosi’ Karimunjawa ini, dan barangkali setelah baca postingan ini makin banyak orang yang mengunjungi Karimunjawa, maka saya mohon dengan amat sangat:

–  Please, be a wise diver. Mohon patuhi batas-batas konservasi yang berlaku di Taman Nasional Karimun Jawa. Dan jangan sentuh karang apalagi sampai merusaknya. Jangan buang sampah sembarangan. Sekeren-kerennya diver, bagi saya adalah diver yang menyelam sambil memungut sampah yang ditemuinya di dasar laut. Masih ingin anak-cucu kita melihat keindahan alam bawah laut ini kan?

Be a humble traveler. Orang Karimunjawa ini ramah-ramahnya luar biasa. Jadi jangan sampai kita lupa daratan. Mohon patuhi norma-norma dan adat istiadat yang berlaku di sana.

And the last, but not the least…. Narsis tiiimmmmeee…..!! 😛

“Kok acropora-nya warna biru ya?” (Karimunjawa, 7 April 2012)

“Hidup akan jauh lebih indah kalau kita nggak takut item!” (Gosong, 7 April 2012) — oh ya, walaupun modelnya juga gosong, tapi Gosong di sini merujuk pada pulaunya ya. Pulau pasir putih yang muncul di tengah laut di kala surut seperti ini disebut “gosong”, tempat paling pas buat bernarsis ria pasca diving 😉

Advertisements

About rpatriana

"a frog who try to sneak out of the coconut shell" - 2dayanotherday.wordpress.com
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Karimunjawa: Misteri Kerajaan Terumbu Karang di Utara Jawa

  1. Keren foto-foto underwaternya, saya belom pernah nih ke karimun jawa, nanti deh kalo udah punya kamera underwater 😀

  2. Waw keren,,,ikutan dong melihat keindahan dlm laut

  3. dania says:

    hay! salam kenal. asik banget loh baca blog ini. boleh kenalan? minta email ya. banyak yang pengen ditanyain hehe. termasuk pertanyaan pertama, pake kamera underwater apa? makasih yaaa.. 🙂

    dania. 23 tahun. baru mau ambil sertifikasi diving di jan 2014. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s