Eksotisme Alam dan Budaya di Bumi Rempah-rempah, Jailolo

“Tulisan ini diikutkan dalam “Jailolo, I’m Coming!” Blog Contest yang diselenggarakan oleh  Wego Indonesia dan Festival Teluk Jailolo

Ini adalah kisah tentang suatu tempat di sebelah Barat Pulau Halmahera yang bernama Jailolo, The Spice Island. Ratusan tahun sebelum The Spice Girls mengguncang dunia oleh suara merdunya, Jailolo “The Spice Island” telah mengguncang dunia oleh kekayaan rempah-rempahnya. Sejarah penjajahan di Jailolo dimulai di abad ke-16, ketika harga satu kilo rempah-rempah sebanding dengan harga satu kilo emas. The Golden Tree, begitulah pohon rempah-rempah diibaratkan oleh bangsa-bangsa Eropa kala itu.

Kini Jailolo telah merdeka. Harga rempah-rempah tidak lagi sebombastis dahulu. Kekayaan alam dan budaya menjadi harta karun lain yang membuat Jailolo wajib dikunjungi oleh semua orang dari seluruh dunia. Berbicara tentang keindahan, dari dasar laut hingga puncak gunung, Jailolo memang juaranya.

Laut

Sebagai bagian dari Coral Triangle yang menyimpan 75% keanekaragaman karang dunia, lautan Jailolo merupakan surga bagi para scuba diver. Perairan yang jernih, gugusan terumbu karang berkontur wall dan slope, ribuan ikan serta makhluk laut lainnya seolah bersekutu menyajikan petualangan bawah air yang eksotis dan menggetarkan di sana. Di titik penyelaman tertentu kita bahkan bisa menemukan Electric Clam yang jarang ditemukan di tempat lain. Gambar yang langsung diambil dari videonya Mbak Prue ini adalah buktinya.

Electric Clam

Electric Clam alias Kerang Beraliran Listrik di Jailolo (https://www.youtube.com/watch?v=qOp3Kts_B9A)

Darat

Semakin jauh mengeksplorasi alam Jailolo, kita akan melihat bahwa kekayaan Jailolo tidak terbatas pada rempah-rempah dan pemandangan laut yang berhiaskan bebukitan. Di Jailolo kita juga bisa menyusuri sungai di kawasan mangrove, bersantai di sumber mata air panas, mountain biking, menikmati keindahan air terjun Kahatola, serta menyaksikan tarian Burung Bidadari, sejenis Cendrawasih yang hanya ada di Pulau Halmahera. Jadi, selain masker, fins dan snorkel, siapkan juga sepeda gunung dan binokuler untuk melengkapi petualangan kita di Jailolo!

Budaya

Parade, pesta kuliner lokal, mengamati peninggalan sejarah atau ikut serta dalam perlombaan, ritual dan kesenian tradisional, bisa jadi merupakan hal yang wajar dilakukan oleh traveler ketika mengikuti festival daerah. Namun Festival Teluk Jailolo akan memberi lebih dari itu semua. Saran saya:

  • Batalkan semua rencana diet! Karena kita akan dimanjakan dengan sajian kuliner adat Jailolo yang lezat, dengan total menghabiskan sebanyak 10 ton ikan.
  • Siapkan mental anda untuk menyaksikan kemegahan Sasadu on The Sea! Sebuah pertunjukan musikal-filosofis-teatrikal, yang memadukan seni tradisional dan kontemporer, dipentaskan di panggung besar di atas laut, dengan arahan koreografer, penata artistik dan stage director kelas dunia.

Dahsyat bukan?!

Namun sayang beribu sayang… Eksotisnya alam dan budaya Jailolo ini, hingga kini belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. “Dimana tuh Jailolo?” adalah pertanyaan yang kerap muncul setiap kali saya menyebut kata “Jailolo”.

Tidak dapat dipungkiri, media televisi nasional berperan sangat besar dalam penyebarluasan informasi mengenai pariwisata daerah. Namun, ada hal lain yang tidak kalah penting. Selain disebarluaskan, informasi ini juga perlu dipertajam agar tepat mengenai sasaran. Caranya, dengan menjadikan travelling sebagai gaya hidup generasi muda. Semangat untuk melestarikan dan memajukan pariwisata akan berkembang, seiring dengan semakin banyaknya generasi muda yang mengeksplorasi kekayaan alam di pelosok Indonesia. Maka jadikanlah travelling sebagai satu jenis “virus” yang harus ditularkan.

Blog contest dan underwater videography competition adalah dua langkah cerdik yang telah dilakukan oleh Festival Teluk Jailolo dan Wego Indonesia untuk memperkenalkan Jailolo sekaligus memancing kreativitas generasi muda. Kini tinggal tugas kita untuk melanjutkan tongkat perjuangan mempopulerkan Jailolo kepada seluruh dunia.

TELLS! Travel, Explore, Live, Learn and Share to the world the beautifulness of Indonesia, in every corner behind its mountain and underneath its sea. Mulai dari sekarang. Mulai dari Jailolo. Dan mulailah ceritakan pada orang-orang di sekitar kita tentang eksotisnya alam dan budaya di Jailolo.

Advertisements

About rpatriana

"a frog who try to sneak out of the coconut shell" - 2dayanotherday.wordpress.com
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Eksotisme Alam dan Budaya di Bumi Rempah-rempah, Jailolo

  1. Halo, salam kenal. Semoga beruntung ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s