Chi trova un’amico, trova un tesoro

adalah peribahasa Italia yang berarti “The one who finds a friend, finds a treasure”

Chi trova un’amico trova un tesoro pertama kali saya dengar dari lagu “Surrender” yang dibawakan oleh sebuah band folk-rock Indonesia: Float.

Siapa yang menemukan teman, dia menemukan harta karun…

Harta karun dalam hidup saya adalah ketika saya bisa travelling dengan aman ke tempat-tempat yang jauh.

Ketika masih berstatus mahasiswa, untuk pergi naik gunung ke daerah manapun di Indonesia, bagi saya persinggahan rasanya bukan jadi suatu masalah yang serius. Selama masih ada UKM pecinta alam dalam universitas di kota tersebut, hidup dipastikan akan tetap terjamin. Salah satu butir kode etik pecinta alam menjelaskan bahwa sebagai sesama manusia yang mencintai alam, sudah seharusnya kita saling menjaga. Sesama pecinta alam adalah saudara. Chi trova un’amico, trova un tesoro…

Satu bulan yang lalu, seorang kawan lama dari organisasi pecinta alam kampus tetangga menghubungi saya. Sebut saja namanya Ticung. Entah bagaimana awalnya, ia tiba-tiba meminta saya untuk mengajar berenang dan skin diving. Karena sedang dalam masa gencar-gencarnya mengajak orang untuk belajar diving, maka dengan senang hati saya langsung mulai melatih di hari minggunya. Di minggu kedua Ticung sudah lancar berenang. Minggu ketiga kami langsung belajar skin diving. Akhir minggu ini adalah minggu keempat. Kami tidak latihan di kolam lagi, karena besok pagi kami berangkat ke Raja Ampat.

HAH…??!! Raja Ampat!!??!!

Chi trova un’amico, trova un tesoro

Mimpi pun saya belum pernah ke Raja Ampat. Kali ini dari seorang teman saya mendapatkan tiket gratis Jakarta – Sorong – Jakarta untuk 8 – 12 Maret 2013. Long weekend.

Rabu sore saya langsung mengambil sertifikat diving sementara ke kampus. Ibarat orang yang baru masuk Islam langsung naik haji, saya yang baru mendapat sertifikat A1 akan langsung menyelam di Raja Ampat. Penyelaman pertama setelah lulus sertifikasi adalah lautan dimana 75% kekayaan spesies koral dunia ada di sana. Raja Ampat yang menjadi impian semua penyelam dunia, sebentar lagi akan ada di depan mata saya, si penyelam yang baru lulus kemarin sore. Raja Ampat yang bahkan mentor-mentor selam saya dan Marischka Prudence pun belum pernah ke sana…

Dan tebak, berapa banyak uang yang ada di kantong saya sekarang? Satu koma tujuh juta. Tidak kurang tidak lebih.

Then how will I manage to live and to dive with that-far-from-enough of money?

Who knows? Let’s just hope that I can  find another “treasure” there 🙂

Advertisements

About rpatriana

"a frog who try to sneak out of the coconut shell" - 2dayanotherday.wordpress.com
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s