Open Water Scuba Diving Certification: Kenapa sih kita perlu sertifikasi selam?

Scuba Girls

Sebelum mengulas tentang sertifikasi, saya akan sedikit bercerita mengenai Scuba Diving. Apa itu scuba diving? Ngapain sih kita capek-capek nyelem ke dasar laut, berat-berat bawa tabung dan seperangkat alat yang ribet bukan main?

Kenapa manusia melakukan scuba diving? Karena kehidupan itu bukan hanya ada di daratan. Ada kehidupan yang berbeda, yang penuh warna, penuh kejutan, dan keindahannya tidak dapat kita rasakan dari daratan. Untuk menjelajahi itu semua, manusia dengan segenap naluri keingintahuannya melakukan scuba diving, menyelami dasar lautan untuk bertemu biota-biota laut di habitat aslinya. Scuba Diving atau selam scuba adalah aktivitas yang dilakukan di bawah air dengan menggunakan alat bantu pernafasan. Kata “scuba” sendiri merupakan singkatan dari “Self Contained Underwater Breathing Apparatus”, atau secara sederhana dapat diartikan sebagai peralatan untuk bernafas di bawah air secara mandiri, sehingga saat ini scuba biasanya diasosiasikan dengan peralatan selam yang menggunakan tabung oksigen.

Untuk bisa melakukan scuba diving kita diharuskan untuk memiliki keterampilan khusus yang didapatkan melalui pelatihan atau sertifikasi selam. Kenapa perlu sertifikasi selam?

Sertifikasi bertujuan untuk memberi pengetahuan terhadap calon penyelam mengenai bahaya-bahaya yang terdapat dalam aktivitas penyelaman, di samping tentunya mengajarkan kita untuk menggunakan alat selam secara benar dan aman. Hal ini penting karena resiko yang terdapat dalam aktivitas menyelam ini sangatlah tinggi. Manusia merupakan makhluk darat yang membutuhkan udara untuk pernafasan, sedangkan aktivitas bawah air ini hanya mengandalkan peralatan untuk menyuplai oksigen ke dalam paru-paru kita. Jika terjadi suatu kesalahan di bawah air tanpa kita mengetahui cara mengantisipasinya tentu itu akan membahayakan nyawa kita bukan? Meskipun kita bisa menjangkau udara dengan berenang ke permukaan secepat mungkin, perubahan tekanan – dari kedalaman air ke permukaan – yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan rusaknya paru-paru hingga kematian. Lho, kok bisa?

Tekanan di permukaan, tempat kita bernafas normal adalah 1 atm, sedangkan setiap kedalaman 10 meter tekanan akan bertambah 1 atm. Dengan bernafas menggunakan tabung oksigen di kedalaman, paru-paru kita tetap berada pada kondisi normal, tidak menciut, meskipun tekanan terus bertambah. Sehingga jika kita berenang ke permukaan secara tiba-tiba dari kedalaman, dengan kata lain terjadi penurunan tekanan secara tiba-tiba, udara di paru-paru kita akan mengembang dan terjadilah dekompresi atau Decompression Sickness (DCS), yaitu menyusupnya gelembung-gelembung udara ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Hii…mengerikan bukan?

Dekompresi baru salah satu contoh bahaya dari penyelaman. Masih banyak lagi bahaya yang terdapat dalam aktivitas scuba diving. Untuk itu sertifikasi sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga aktivitas kita menyelami keindahan bawah laut tidak terganggu oleh berbagai macam permasalahan, mulai dari penggunaan alat, pengendalian diri, hingga kekhawatiran terhadap ancaman-ancaman yang belum kita ketahui.

Tahapan-tahapan yang dilalui dalam kegiatan sertifikasi selam akan dibahas dalam postingan berikutnya 🙂

Advertisements

About rpatriana

"a frog who try to sneak out of the coconut shell" - 2dayanotherday.wordpress.com
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Open Water Scuba Diving Certification: Kenapa sih kita perlu sertifikasi selam?

  1. Pingback: Flashpacking ke Bali (Agustus 2013) : Bagian 5 | SkyNawa Press

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s