Bungee Jumping di Phuket, Edan!

Selain untuk bersantai, Phuket juga punya tempat untuk memacu adrenalin. Rasakan sensasi terjun bebas dari ketinggian 50 meter, berlatar danau yang tenang di perbukitan Kathu District, Phuket, Thailand. Deg-degan!

Saya bukan seorang adrenaline junkie. Jungle bungee jumping di Phuket adalah pengalaman pertama saya mencoba olahraga yang memacu adrenalin ini.

Diawali dengan membaca salah satu buku perjalanan yang mengulas tentang obyek wisata di Phuket, saya menemukan bahwa di pulau di selatan Thailand ini terdapat sebuah provider bungee jumping. Tempatnya berada di tengah hutan dengan pemandangan danau dan bebukitan yang indah. Bungee jumping segera menempati satu ruang di deretan kolom itinerary liburan saya ke Thailand 11-19 Oktober yang lalu.

Sesungguhnya terdapat dua provider bungee jumping di Phuket, yaitu World Bungy Jump di sekitar Pantai Patong dan Jungle Bungy Jump di Kathu District. Namun, kali ini tekad saya sudah bulat untuk memilih Jungle Bungy Jumping di Kathu District, yang lebih banyak direkomendasikan oleh para traveler di situs-situs jejaring sosial.

Dari tempat saya menginap di Patong, hanya menghabiskan waktu 20 menit untuk mencapai lokasi bungee jumping ini. Transportasi yang paling disarankan adalah dengan menyewa sepeda motor. Harga sewa motor ini per harinya berkisar antara 150-200 Baht (Rp 47.000-63.000), jauh lebih menguntungkan dibanding menggunakan tuk-tuk. Belum lagi tawar menawar sengit yang selalu terjadi dengan supir-supirnya.

Jungle Bungy Jumping ini berada di kawasan perbukitan, perbatasan antara Kathu dengan Phuket Town, lakukanlah riset sebanyak mungkin agar mudah menemukannya. Paket yang ditawarkan beraneka ragam, mulai dari Single Bungy Jump, Tandem Bungy, Catapult Bungy, Backwards Bungy dan Water Touch Bungy. Harga termurah untuk satu kali loncatan adalah 1.900 Baht (Rp 595 ribu), dengan bonus T-shirt dan Certificate of Courage.

Jika ingin memperoleh bukti otentik, jangan ragu menambahkan 400 Baht (Rp 125 ribu). Dengan itu, Anda akan mendapatkan CD berisi 20-30 foto bungee jump yang langsung diambil oleh guide yang menemani sampai titik terakhir sebelum kita loncat.

Hari itu saya mengambil paket single bungy jump. Jumper kedua setelah teman saya ‘ditumbalkan’ untuk loncat pertama. Melihat orang lain melakukan bungee jumping, rasanya tidak ada hal yang terlalu mengerikan. Prosedur keamanan di provider ini sangat ketat, telah terakreditasi oleh SANZ atau Standard Association of New Zealand dan dikelola langsung oleh jump master dari New Zealand.

Seluruh kru Jungle Bungy Jumping sangat ramah dalam menghadapi pelanggannya. Bahkan ketika saya mendaftar, jump master menemui kami sambil menari-nari kecil mengikuti irama lagu yang diputar kencang-kencang di area ini. Membuat suasana serileks mungkin sebelum kami merasakan ketengangan yang belum terbayangkan di atas ketinggian 50 meter.

Sampai akhirnya giliran saya pun tiba. Pengaman di kaki sudah dipasang dengan sangat meyakinkan. Rumah-rumahan yang membawa saya dan guide menaiki menara sudah berjalan. Saya sibuk merapikan baju agar tidak terbuka ketika loncat, hingga tanpa disadari kami sudah sampai di ketinggian 50 meter.

Guide meminta saya berdiri namun jangan melihat ke bawah. Rentangkan kedua tangan, pandangan lurus ke arah bukit, jangan pernah berpikir, lalu pada hitungan 3, 2, 1, ia akan berteriak ‘bungee’ dan segeralah jatuhkan badan. Namun ketika saya berdiri dan mulai merentangkan tangan, tiba-tiba ia meminta saya untuk menengok ke belakang.

‘Jepret-jepret’, dua kali ia mengabadikan wajah saya yang pucat di tepi menara di ketinggian 50 meter. Dan ketika saya memalingkan wajah kembali ke depan, tergodalah saya untuk melihat ke bawah. Kemudian apa yang terjadi? Saya tidak berani loncat. Berjongkok dan benar-benar tidak mau loncat.

Lalu untuk kedua kalinya saya mencoba untuk berdiri lagi, merentangkan kedua tangan dan menatap lurus ke arah bukit di depan. Saat itu loncat merupakan hal yang benar-benar mustahil untuk dilakukan. Ternyata 50 meter jika dilihat dari atas betul-betul tinggi sekali. Guide lagi-lagi meminta saya untuk terjun.

Saya menggelengkan kepala. Entah untuk yang keberapa kali tawar-menawar ini terjadi sampai akhirnya guide yang baik hati ini mendorong saya dari belakang. Menyisakan teriakan super kencang yang meluncur begitu saja dari kerongkongan. Ada ketakutan yang teramat sangat, ketidakberdayaan, dan kelegaan yang sulit digambarkan oleh kata-kata.

Saya terpental-pental, lalu menggantung lemas di seutas tali karet besar di atas danau yang dikelilingi hutan yang tenang. Sungguh pengalaman yang luar biasa mengerikan namun sungguh-sungguh membuat ketagihan. Terima kasih kepada guide yang telah mendorong saya dengan gembiranya.

Image

Persiapan Sebelum Bungee Jumping

Image

Bungee Jumping Dilihat dari Bawah: itu, yang menggantung lemas tak berdaya gw tuh…

 

Image

Akhirnya Mendarat dengan Selamat

Note: ini juga agak aneh tulisannya. Maap yak… Tar dibikin versi lebih serunya deh.

Udah dipublish di sini, Senin, 29/10/2012 09:30:00 WIB

 

Advertisements

About rpatriana

"a frog who try to sneak out of the coconut shell" - 2dayanotherday.wordpress.com
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s